Apa Yang Dapat Dilakukan?

Kuliner Khas Bagek Kembar

Post Page Advertisement [Top]

Ada yang tampak beda di KEMBar, kawasan ekowisata mangrove Bagek Kembar, pada lima hari menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72. Terlihat barisan anak-anak pramuka berbaris rapi mengikuti komando kakak pembina pertanda segera dimulainya aksi tanam mangrove yang didukung penuh oleh alumni-alumni SMA N 1 Mataram. Di barisan depan anak-anak pramuka itu berjajar puluhan alumni yang datang dari berbagai penjuru Nusantara. Walau telah lebih dari 35 tahun meninggalkan Lombok, saat ini mereka datang menunjukkan kepedulian lingkungan dengan menanam mangrove di KEMBar.


Kegiatan adopsi tanam mangrove yang disponsori oleh Alumni SMANSa Mataram angkatan 80 ini berangkat dari kepedulian mereka untuk memulihkan kondisi lingkungan di Pulau Lombok terutama pesisir dengan penanaman mangrove. Mangrove merupakan ekosistem unik pesisir yang kaya manfaat, diantaranya sebagai pelindung pantai dari abrasi, sedimentasi, gelombang besar (tsunami), penetral bahan pencemar tertentu, tempat hidup banyak jenis biota laut dan burung-burung, sumber bahan baku pangan, dan tempat rekreasi eksotik. Para alumni berharap kepedulian mereka nantinya dapat diikuti oleh kelompok-kelompok yang lain. Kelompok Masyarakat Pengelola Ekowisata Mangrove (Pokmaslawisma) Bagek Kembar, secara hormat berterima kasih kepada para alumni SMANSa Mataram yang telah memilih lokasi KEMBar sebagai lokasi adopsi (tanam) mangrove. Juga kepada Kepala Desa Cendi Manik atas segala bimbingannya dan Kelompok Masyarakat Peduli Bencana atas kerjasamanya. 

Diantara alumni SMANSa Mataram ini terdapat pejabat penting Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu Dr. H. Rosiadi Husaen Sayuti. Sejak pertengahan 2016, beliau diamanahi sebaga Sekretaris Daerah Provinsi NTB. Selain itu juga ada alumni-alumni dengan jabatan-jabatan penting lainnya atau sukses menjadi pengusaha namun sayang namanya tidak dapat dituliskan disini. Singat cerita SMANSa Mataram telah membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan orang-orang sukses yang akan berkontribusi untuk Indonesia Jaya.

Setelah mengikuti beberapa arahan dari panitia, seluruh anak-anak pramuka beserta para alumni dan sebagian masyarkat bergegas menanam bibit mangrove yang telah disiapkan sebelumnya. Jenis mangrove yang ditanam adalah jenis Rhizophora mucronata (mhn koreksi jika salah). Jumlahnya sekitar seribu bibit. Menanam mangrove di lumpur tambak silvofishery memiliki tantangan tersendiri. Kaki harus lincah memilih pijakan lumpur yang aman sambil membawa bibit mangrove. Disamping itu juga tidak boleh takut tercelup lumpur. Sebelum bibit mangrove ditanam, plastik polibagnya dirobek terlebih dulu agar tidak menghambat pertumbuhan akar-akar nantinya.

Selesai aksi menanam mangrove, anak-anak pramuka tambah gembira karena mendapatkan bingkisan paket perlengkapan sekolah dari para alumni SMANSa Mataram. Dalam benak mereka akan selalu terkenang pengalaman hidup menjadi "pahlawan" lingkungan dengan menanam mangrove. Semoga kelak mereka menjadi generasi penerus yang membangun Indonesia dengan ramah lingkungan. 

___
KEMBar: kawasan ekowisata mangrove Bagek Kembar, adalah kawasan pesisir yang direhabilitasi ekosistem-(mangrove)-nya oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, DJ Pengelolaan Ruang Laut, Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar tahun 2016. Sebagai tindak lanjutnya dibentuk dan dibina kelompok masyarakat untuk mengelolanya menjadi sebuah kawasan ekowisata mangrove. Kelompok ini bernama Pokmaslawisma Bagek Kembar. 

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]