Apa Yang Dapat Dilakukan?

Kuliner Khas Bagek Kembar

Post Page Advertisement [Top]

Salah satu inovasi Kelompok Masyarakat Pengelola Ekowisata Mangrove (PokMasLaWisMa) Bagek Kembar adalah program adopsi mangrove yang digulirkan mulai tanggal 20 April 2017 yang bertepatan dengan momentum peringatan Hari Bumi. Tercatat Bapak Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Bapak H. Muhammad Amin, SH, M.Si. menjadi pengadopsi mangrove yang pertama dengan jumlah mangrove yang ditanam sebanyak 20 batang. Berikutnya diikuti oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Barat, pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Barat, dan tokoh masyarakat. Tak kurang dari 1.000 batang mangrove hasil program adopsi mangrove dan penanaman swadaya PokMasLaWisMa telah ditanam di lahan tambak yang direncanakan dibangun sebagai tambak silvofishery hingga sekarang.

Sejak ditanam tiga bulan yang lalu, pertumbuhan bibit propagul mangrove yang ditanam dalam program adopsi mangrove cukup bagus. Jenis mangrove yang ditanam adalah Rhizophora mucronata yang diperoleh dari Taman Hutan Rakyat (TAHURA) Ngurah Rai di Teluk Benoa, Bali. Pada bulan pertama sempat terjadi gangguan berupa batang propagul yang 'gosong' berwarna coklat, namun segera diatasi oleh tim PokMasLaWisMa dengan menggantinya dengan bibit yang baru. Selain jenis mangrove ini, juga ditanam jenis Rhizophora stylosa yang berupa bibit cabutan yang diperoleh dari sekitar lokasi. Perkembangan fisik pada bulan pertama ini ditandai dengan mulai tumbuhnya perakaran di pangkal propagul. Pada bulan ke-dua, kuncup propagul mulai merekah. Sedangkan pada bulan ke-tiga ini kuncup tersebut telah berubah menjadi bentuk daun yang sudah sempurna. Diharapkan pertumbuhan mangrove hasil program adopsi ini terus berlangsung dengan baik sehingga nantinya akan menjadi seperti mangrove yang telah tumbuh di lokasi rehabilitasi di Blok A dan B. 

Kondisi Mangrove Adopsi Bulan Pertama

Kondisi Mangrove Adopsi Bulan Ke-Tiga

Di sisi lain, seiring dengan perjalanan waktu, lokasi penanaman mangrove dengan program adopsi ini akan dibenahi untuk menjadi tambak silvofishery, yaitu konsep budidaya ikan air payau yang dipadukan dengan konservasi ekosistem mangrove. Pada bagian tengah tambak ditanami mangrove dengan kerapatan tertentu, sedangkan pada bagian tepi tambak didalamkan untuk menampung air yang digunakan untuk memelihara ikan (bandeng). Di atas tambak silvofishery ini juga akan dibangun jalur trekking dan pondok-pondok wisata yang digunakan untuk mendukung pengembangan kawasan ini sebagai kawasan ekowisata mangrove. 

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]