Apa Yang Dapat Dilakukan?

Kuliner Khas Bagek Kembar

Post Page Advertisement [Top]

Hari Pahlawan, diperingati setiap tanggal 10 Nopember oleh Bangsa Indonesia. Momentum ini memberikan pelajaran betapa gigihnya perjuangan para pendahulu dalam mempertahankan kemerdekaan yang telah diperoleh Bangsa Indonesia. Hari ini tentu semangat mereka harus terus dilestarikan dengan mewujudkannya dalam kerja mengisi kemerdekaan. Dalam rangka mengenang dan meneruskan semangat Pahlawan ini, Kelompok Masyarakat Pengelola Ekowisata Mangrove (Pokmaslawisma) Bagek Kembar menyelenggarakan sebuah kegiatan dengan tajuk Gita Laut GO! yang dirangkai dalam acara Hari SIG (Sistem Informasi Geografis) Internasional atau GIS (Geographic Information System) Day pada tanggal 12 November 2017 di Kawasan Ekowisata Mangrove Bagek Kembar.

Ada keceriaan tampak dari wajah-wajah peserta peringatan Hari SIG dunia ini. Kecerian tersebut tampak semakin unik ketika para peserta berhasil menempelkan tatto temporer dan berfoto ria. Ada yang menempelkan di pipi kanan, pipi kiri, kening, bahkan perutnya. Tatto ini dipasang dengan cara menempelkan stiker tatto pada permukaan kulit kemudian membasahinya dengan air. Setelah cukup basah, maka media tatto bisa dilepas dan tulisan GIS Day akan menempel pada kulit. Tatto ini dikirim langsung dari ESRI Amerika Serikat bersama pencil-pencil GIS Day yang berwarna-warni lucu, menarik bagi para peserta anak-anak sekolah.
Gita Laut GO! merupakan ide cemerlang para pemuda yang tergabung dalam Pokmaslawisma Bagek Kembar. Ini merupakan sebuah permainan yang menggabungkan konsep berpikir (data) spasial yang merupakan inti dari acara GIS Day dengan Gerakan Cinta Laut (Gita Laut) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Para peserta terlebih dahulu diberikan pengantar tentang sains SIG, yang meliputi definisi, sistem koordinat peta, orientasi, peralatan dasar pemetaan (GPS – Global Positioning System), dan aplikasi peta yang sudah banyak tersedia di perangkat telepon pintar (smartphone). Setelah itu peserta diberikan daftar koordinat kartu-kartu Gita Laut (Kartu GL) yang ditempatkan di beberapat titik di kawasan mangrove. Begitu aba-aba dimulai, peserta diminta untuk menemukan kartu-kartu GL tersebut berdasarkan titik koordinat yang telah diberikan dengan bantuan aplikasi peta di perangkat telepon pintar.

Luar biasa antusias para peserta permainan. “Awas hati-hati lihat jalan!” seru salah seorang panitia memperingatkan peserta agar sesekali lihat jalan, tidak terfokus pada layar telepon pintar. Aplikasi peta pada telepon pintar sudah sangat bagus memandu peserta menemukan Kartu-Kartu GL berdasarkan koordinat yang telah disiapkan. Tidak kurang dari 25 Kartu GL berhasil ditemukan oleh peserta. Masing-masing kartu memiliki nomor unik yang dapat ditukarkan dengan aneka hadiah menarik yang disediakan panitia. Diantara hadiahnya adalah kaos dengan gambar jenis-jenis ikan dilindungi, mug (cangkir) dengan gambar jenis-jenis ikan dilindungi, stiker, pin dan hadiah-hadiah lainnya.

Dengan permainan ini ada tiga hal penting yang diperoleh para peserta, yaitu pengenalan secara langsung terhadap ekosistem mangrove, pengenalan terhadap jenis-jenis ikan dilindungi dan konsep serta ketrampilan menggunakan data/perangkat spasial. Perserta secara langsung bersentuhan dengan bagian-bagian ekosistem mangrove, diantara akar, daun, batang, dan lumpur serta air laut melalui pencarian Kartu-Kartu GL. Ketika berhasil menemukan Kartu GL, peserta dikenalkan dengan logo Gita Laut (Gerakan Cinta Laut), dan gambar-gambar foto jenis-jenis ikan dilindungi seperti paus, lumba-lumba, hiu paus, penyu, dan pari manta. Teknologi spasial, pemetaan secara langsung dipahami serta digunakan secara aktif oleh peserta selama proses permainan berlangsung. Semoga kedepan model-model permainan edukatif seperti ini dapat dilakukan lagi dengan kualitas lebih baik.

Untuk melihat dokumentasi foto-foto silahkan klik di sini.

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]